Waktu
itu...
Ku
melihat senyummu dikala dhuha
Burung-burung
menyambut langkahku
Mendesah
sebuah nada yang elok dan indah
Ketika
cinta di pertanyakan
Mengapa
mata hatiku buta
Mengapa
sulit terlihat
Sedangkan
cinta didepan mata
Selalu
mengiringiku, menemaniku bahkan memelukku
Dalam
kegagalanku
Ada
kata sejuk yang selalu kau beri
Ada
tangan yang mengacak rambutku
Dalam
keputusan salahku
Ada
pembelaku yang setelahnya memberi nasehat deras
Bunda,
tanpa kau sadari jauh sudah
Hingga
rambutmu mulai memutih
Menjalani
semua demi kami
Kini
lelahku hanya demi Bunda
kata-katanya lembut lagi mendayu..
BalasHapusmenyentuh...
terima kasih..
subhanallah..
BalasHapus