Jumat, 06 Januari 2017

Bunda Ku Rindu



                                                               Waktu itu...
Ku melihat senyummu dikala dhuha
Burung-burung menyambut langkahku
Mendesah sebuah nada yang elok dan indah

Ketika cinta di pertanyakan
Mengapa mata hatiku buta
Mengapa sulit terlihat
Sedangkan cinta didepan mata
Selalu mengiringiku, menemaniku bahkan memelukku

Dalam kegagalanku
Ada kata sejuk yang selalu kau beri
Ada tangan yang mengacak rambutku
Dalam keputusan salahku
Ada pembelaku yang setelahnya memberi nasehat deras

Bunda, tanpa kau sadari jauh sudah
Hingga rambutmu mulai memutih
Menjalani semua demi kami
Kini lelahku hanya demi Bunda



2 komentar: